Langsung ke konten utama

Mengupas Lebih Dalam Perbedaan Pembukuan dan Pencatatan

Mengupas Lebih Dalam Perbedaan Pembukuan dan Pencatatan

Tentu Kalian tak asing dengan istilah pembukuan dan pencatatan bukan? Sekilas terbukti keduanya terkesan serupa, namun nyatanya berbeda, lho!

Perbedaan tersebut ada pada arti juga siapa yg berkewajiban membuatnya. Kita akan mengulas perbedaan pembukuan dan pencatatan dengan lebih mendalam, sehubungan dengan fungsinya dalam membikin laporan pajak tahunan.

Pengertian Pembukuan dan Pencatatan

Pada awalnya, Undang-Undang no 6 tahun 1993 yg memuat mengenai arti pembukuan dan pencatatan sebagai tahap dari KUP (Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan).

Namun tersedia berbagai kali perubahan atas Undang-Undang tersebut.

Hasilnya, diberlakukannya UU no.28 tahun 2007 semenjak 1 Januari tahun 2008. Dalam UU no 28 tahun 2007 pasal 1 ayat 29 dijelaskan arti pembukuan.

Pembukuan merupakan sebuah proses pencatatan yg teratur dalam mengumpulkan data juga info terkait keuangan. Data dan info keuangan yg dimaksud yaitu:

Harta

Modal

Kewajiban

Penghasilan

Biaya dan jumlah pendapatan juga penyerahan atas barang maupun  jasa pada periode pajak tersebut

Sementara untuk arti pencatatan, dimuat dalam pasal 28 ayat 9 UU no.28 tahun 2007. Pencatatan diartikan sebagai langkah mengumpulkan data dengan tutorial teratur.

Dimana data yg dimaksud yaitu yg berkaitan dengan penerimaan, aliran dan alias penghasilan bruto yg dijadikan dasar perhitungan pajak terutang.

Di situ tergolong juga penghasilan bukan objek pajak dan alias yg dikenakan pajak bersifat final.

Tahukah Kalian kalau software akuntansi online Jurnal by Mekari mampu mempermudah Kalian mengelola pajak perusahaan dengan cara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis software Jurnal dengan klik pada tombol alias banner di bawah ini.


Apa Saja Perbedaan Pembukuan dan Pencatatan?

Perbedaan pertama dan terang terkesan telah absolut dari segi arti keduanya. Untuk perbedaan pembukuan dan pencatatan yg lainnya, Kalian mampu lihat ulasannya berikut ini.


1. Wajib Pajak yg Harus Membuatnya

Selain pengertiannya, faktor yg juga membedakan pembukuan dan pencatatan ialah harus pajak yg membikin alias menyusunnya. Hal ini berdasarkan pada UU KUP yg mengaturnya.

Pembukuan dibangun oleh harus pajak badan maupun orang-orang pribadi. Baik orang-orang yg menjalani pekerjaan leluasa ataupun yg menjadi pelaku usaha.

Sementara subyek yg diharuskan melakukan pencatatan merupakan harus pajak orang-orang pribadi yg menjalankan kegiatan perjuangan ataupun pekerjaan leluasa namun aliran bruto per tahunnya tak lebih dari alias setara dengan 4 milyar rupiah.

Wajib pajak orang-orang pribadi yg tak menjalankan kegiatan perjuangan ataupun bukan pekerja leluasa juga diharuskan melakukan pencatatan namun tak dengan pembukuan.

Pencatatan dilakukan berdasar NPPN alias Norma Perhitungan Penghasilan Netto.

Penghasilan tersebut yg harus Kalian laporkan sebagai harus pajak ke DJP (Direktorat Jenderal Pajak) dalam tiga bulan pertama pada periode pajak ketika itu.


2. Syarat Penyelenggaraan

Terdapat persyaratan yg tak sama atas penyelenggaraan pembukuan dan pencatatan. Hal ini juga menjadi perbedaan pembukuan dan pencatatan dalam perpajakan.

Syarat diselenggarakannya pembukuan diantaranya yaitu:

Dilakukan sesuai dengan keadaan alias fakta perjuangan yg sebenarnya

Di Indonesia, pembukuan diselenggarakan dengan satuan valuta rupiah, huruf latin, angka Arab, dan disusun memakai bahasa Indonesia maupun bahasa asing dengan seizin Menteri Keuangan

Diperbolehkan menyelenggarakan pembukuan dalam satuan valuta asing juga bahasa asing, asal diizinkan oleh Menteri Keuangan

Diselenggarakan dengan stelsel kas juga akrual dan berprinsip untuk taat pada asas

Minimal berisikan catatan terkait modal, harta, penghasilan, kewajiban juga anggaran dan yg akan terjadi penjualan maupun pembelian untuk mampu menghitung pajak terutang.

Sedangkan untuk pencatatan, diselenggarakan dengan persyaratan sebagai berikut:

Dilakukan dengan cara kronologis alias sistematis dalam satu tahun

Dilakukan dengan tutorial teratur dan sesuai dengan keadaan yg sesungguhnya

Disusun dengan memakai Bahasa Indonesia, valuta rupiah, huruf latin dan juga angka Arab

Berisikan penerimaan dan alias jumlah penghasilan bruto yg didapat, juga penghasilan bukan objek pajak dan alias penghasilan yg dikenakan pajak bersifat final

Wajib pajak orang-orang pribadi diwajibkan melakukan pencatatan atas kewajiban dan juga hartanya

Pencatatan harus mendeskripsikan kegiatan perjuangan harus pajak dengan cara rinci terkait tipe perjuangan maupun lokasinya. Terlebih apabila tersedia lebih dari satu kegiatan usaha

Dari perbedaan yg dipaparkan di atas, mampu disimpulkan bahwasanya pencatatan merupakan tahap dari pembukuan. Sebab pembukuan dilakukan dengan memakai pencatatan sebagai dasarnya.

Selain perbedaan, pembukuan dan pencatatan juga mempunyai segi persamaan. Apa saja persamaannya? Berikut ini penjelasan singkatnya untuk Anda.

Setelah mengulas perbedaannya, ketika ini kita akan mengulas persamaannya. Sebab bagaimanapun, pencatatan merupakan tahap dari pembukuan.

Keduanya sama-sama kegiatan akuntansi yg bekerjasama dengan perpajakan. Dimana keduanya bertujuan sebagai acuan bagi para harus pajak supaya mampu lebih mudah dalam memenuhi kewajibannya terkait perpajakan.

Baik pembukuan maupun pencatatan, sama-sama harus dilakukan oleh harus pajak supaya mampu menghitung berapa jumlah pajak terutang.

Keduanya juga mampu dijadikan alat mengidentifikasi keadaan keuangan dari perjuangan yg tengah Kalian jalankan.

Oleh karena itulah penting sekali untuk melakukan pencatatan dan juga pembukuan dengan teratur dan sesuai keadaan nyata alias sesungguhnya. Dengan begitu data yg ada lebih seksama dan mampu dijadikan sebagai acuan yg tepat.

Hal penting yg butuh diperhatikan dalam menyelenggarakan pembukuan dan pencatatan, merupakan harus menyimpan segala macam bukti juga dokumentasi setidaknya selagi 10 tahun.

Ini berlaku pada bukti juga dokumentasi yg dipakai sebagai acuan pembukuan juga pencatatan yg pengelolaannya dengan cara elektronik.

Penyimpanan harus dilakukan di Indonesia. Tempat yg menjadi lokasi operasional harus pajak badan maupun daerah tinggal harus pajak orang-orang pribadi.

Penyelenggaraan pembukuan akan senantiasa bekerjasama dengan unsur perpajakan. Dimana unsur-unsur tersebut harus mampu dipenuhi oleh harus pajak.

Beberapa pengusaha alias harus pajak di Indonesia kerap berinvestasi alias menyimpan harta dalam valuta asing. Lantas apakah mereka butuh melakukan pembukuan?

Jawabannya absolut saja butuh bahkan harus. Lalu, bagaimana caranya? Berikut ini sedikit penjelasan bagi Kalian terkait pembukuan dengan valuta juga bahasa asing.


Penyelenggaraan Pembukuan dalam Bahasa dan Mata Uang Asing

Apabila harus pajak akan melakukan pembukuan dengan valuta asing yg umumnya ialah US$ dan juga bahasa asing, harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu. Adapun persyaratannya diantaranya adalah:

Dalam rangka berinvestasi alias menanamkan modal asing sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

Dalam rangka kontrak dengan pemerintah RI terkait pertambangan tidak hanya minyak dan juga gas bumi

Sedang dalam kontrak kerjasama dengan bentuk perjuangan masih sesuai UU

Telah mendaftarkan sebagian maupun seluruh emisi saham yg dimiliki harus pajak terhadap Bursa Efek Luar Negeri

Memiliki Kontrak Investasi Kolektif yg menerbitkan reksadana dalam valuta US$ dan telah mendapat surat pengumuman yg diberikan oleh Badan Pengawas Pasar Modal juga Lembaga Keuangan sesuai peraturan perundang-undangan

Adanya afiliasi dengan cara eksklusif antara harus pajak dengan perusahaan induk yg berlokasi di luar negeri

Itulah berbagai persyaratan yg memboleh harus pajak menyelenggarakan pembukuan dengan valuta juga bahasa asing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

11 Kesalahan Investasi Saham yang Harus Anda Hindari

11 Kesalahan Investasi Saham yang Harus Anda Hindari Saham merupakan tipe investasi yang high risk serta high return. Skala rasio risiko baik untuk kerugian serta keuntungannya tidaklah jauh berbeda. Selain itu, tendensi turun serta naiknya kualitas saham bisa berubah tidak lagi dalam hitungan hari bahkan dalam hitungan jam. Akan tetapi, godaan terhadap iming-iming keuntungan yang mampu diberikan dalam bermain saham, terkadang membuat orang-orang yang tidak lebih berhati-hati serta akhirnya gagal dalam berinvestasi saham. Bagi Kalian yang ingin mengawali investasi saham, ada baiknya belajar dari kesalahan investor sebelumnya. Berikut ini sebelas kesalahan besar investor saham yang perlu Kalian hindari. 1. Hanya Terpaku pada Satu Saham Hanya terpaku pada satu saham benar-benar berbahaya sebab membuat investor saham menjadi tidak rasional dalam menilai sahamnya. Saat seorang investor telah jatuh cinta terhadap sebuah saham, Ia pun cenderung melalaikan faktor kurang baik mengenai saham fa

Cara Mencatat Transaksi Keuangan Bisnis dengan Rapi serta Mudah

Cara Mencatat Transaksi Keuangan Bisnis dengan Rapi serta Mudah Bagaimana tutorial mencatat transaksi keuangan yg cocok bagi urusan ekonomi Anda? Berikut penjelasannya di Blog Jurnal by Mekari! Salah satu kegiatan penting yg wajib dilakukan oleh perusahaan merupakan mencatat transaksi keuangan. Pencatatan transaksi merupakan dasar dalam proses akuntansi. Tanpa melakukan pencatatan pada transaksi keuangan yg telah dilakukan, Kalian tak mampu membikin laporan keuangan. Padahal yg kita tahu, laporan keuangan merupakan tugas serta kewajiban bagi perusahaan terhadap stakeholder-nya. Selain itu, dengan melakukan pencatatan serta membikin laporan keuangan, Kalian akan memperoleh tak sedikit keuntungan, semacam melakukan penilaian, menentukan langkah evaluasi alias perbaikan, menolong pengambilan keputusan, menilai kinerja perusahaan, serta tak sedikit keuntungan lain yg tetap mampu didapatkan. Sayangnya, tetap tak sedikit pelaku perjuangan khususnya perjuangan kecil yg belum tak sedikit menca